Selamat Datang di IISA - Assessment, Consultancy & Research Centre

  • (031) 879 7117 (Surabaya)

  • (021) 537 3482 (BSD Tangerang)

  • (031) 879 7117 (Surabaya)

  • (021) 537 3482 (BSD Tangerang)



7 corak kecerdasan jamak (Multiple Intelligences [MI 7])

Pengambilan data atau tes untuk memetakan 7 corak kecerdasan jamak (Multiple Intelligences [MI 7]), dilakukan kepada anak/siswa/pelajar dengan usia 4 s.d. 10 tahun.

Professional fee layanan asesmen reguler kami (tarif/biaya) adalah Rp. 845.000, yang mengakomodasi bobot expertise meliputi:

  1. Pengambilan data dengan pendekatan personal: “satu siswa satu testor/asesor” dengan durasi waktu 30 s/d 45 menit. Metode: story telling dengan media gambar dan interview individual.
  2. Pengambilan data orang tua.
  3. Pembuatan laporan hasil interpretasi.
  4. Konsultasi orang tua: (30 menit/1 sesi).

 

9 corak kecerdasan jamak (Multiple Intelligences [MI 9])

Pengambilan data atau tes untuk memetakan 9 corak kecerdasan jamak (Multiple Intelligences [MI 9]), dilakukan kepada anak/siswa/pelajar/orang dengan usia di atas 10 tahun.

Professional fee layanan asesmen reguler kami (tarif/biaya) adalah Rp. 1.015.000, yang mengakomodasi bobot expertise meliputi:  

  1. Pengambilan data selama 90 menit. Selain pemetaan 9 corak kecerdasan jamak, kami juga mengambil data pemetaan gaya belajar. Artinya, kami menggunakan 3 instrumen untuk memperoleh data yang komprehensif. Metode: asesmen/tes tulis.
  2. Pengambilan data orang tua (selama 30 menit).
  3. Pembuatan laporan hasil interpretasi.
  4. Konsultasi orang tua: (30 menit/1 sesi).

 

Waktu tambahan

Bila ada tambahan atau kelebihan waktu, maka implikasinya adalah pada penambahan biaya sesuai yang berlaku reguler di IISA Assessment, Consultancy & Research Centre, yakni Rp. 225.000 (Dua Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) per sesi dengan durasi 30 menit.

Setelah hasil pengambilan data lengkap, yakni tersedianya data asesmen anak dan data pengisian protokol orang tua, proses pembuatan laporan adalah tujuh (7) hari kerja.

Anak, seperti juga orang dewasa, sering kali memiliki kesulitan untuk langsung berinteraksi secara akrab dengan orang asing yang baru kali pertama ditemui. Bila kondisi tersebut yang terjadi, maka diperlukan kehadiran orang tua mendampingi anak. Namun, ketika dalam proses pengambilan data tampaknya anak sudah merasa nyaman dengan testor/asesor, orang tua dapat meninggalkan proses tersebut.

  • Bila konsultasi membahas pengambilan data atau tes untuk pemetaan 7 corak kecerdasan jamak, yang dilakukan kepada anak dengan usia 4 s.d. 11 tahun (maksimal kelas 6 SD), maka kehadiran anak tidak diperlukan.

 

  • Bila konsultasi membahas pengambilan data atau tes untuk pemetaan 9 corak kecerdasan jamak, dilakukan kepada anak/siswa/pelajar dengan usia di atas 11 tahun (mulai SMP kelas 1), perlu atau tidaknya kehadiran anak ditentukan oleh beberapa hal:
    • Pemahaman bahwa anak di usia tersebut sudah mulai membuat keputusan.
    • Kesiapan anak menerima, mengolah, dan merespons informasi yang nantinya berlangsung saat proses konsultasi berjalan (misal: anak yang memiliki kecerdasan Interpersonal cenderung sulit menerima/memahami informasi yang berkaitan dengan dirinya, anak merasa dirinya sedang “dinilai” atau “dirasanin [Jawa]”.
    • Orangtua merasa, dan sudah menginformasikan sebelumnya, konselor/asesor perlu bertemu anak karena ada kondisi-kondisi, misalnya kesehatan fisik (alergi), kondisi emosi (kurang percaya diri), dll.

Layanan kami pada dasarnya meliputi: asesmen (pengukuran dan pemetaan potensi) dan konsultasi, penelitian (research), serta terapi dan pembukaan kelas-kelas diskusi.

Untuk asesmen dan konsultasi, kami memiliki tujuh layanan utama, yang meliputi Pendidikan (umumnya pemetaan corak kecerdasan jamak [Multiple Intelligences]), Keorangtuaan, Organisasi/Perusahaan, Bisnis/Karier, Personal, Perkawinan/Keluarga, dan Kesehatan.

Untuk Riset dan Analisis, kami menangani riset dan analisis sesuai kebutuhan klien (customized/”tailor-made”) dengan metode yang tepat dan sahih, antara lain Metode Kualitatif; Metode Kuantitatif (yang terdiri atas Metode Konfirmatori & Uji Model, Metode Inferensial, Metode Eksperimental, Metode Polling); Metode Survey, Metode Perencanaan Skenario, Metode Q/One Case, Metode Gabungan, Metode Observasi & Interview, serta Metode Analisis Konten.

Kami juga melayani terapi kesehatan, yaitu Psycho–Auriculo Therapy.

Idealnya, bila anak telah melakukan pemetaan 7 corak kecerdasan jamak (usia 4 s.d. 11 tahun, maka kelanjutannya adalah melakukan pemetaan 9 corak kecerdasan jamak (usia di atas 11 tahun).

Bila ada kebutuhan orangtua melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan baik 7 atau 9 corak kecerdasan jamak, maka pengambilan data/tes bisa dilaksanakan kembali minimal 6 bulan sekali setelah pengambilan data pertama. Dengan catatan, orangtua telah mengupayakan pelaksanaan saran atau rekomendasi perlakuan (treatment) yang dibahas saat konsultasi hasil tes sebelumnya.

Tingkat akurasi atau kesahihan alat-alat asesmen yang kami gunakan memiliki peluang galat (probability of error) antara p£ 0,0012 hingga p£ 0,0008 atau memiliki tingkat kepercayaan 99,88% hingga 99,92%. Artinya, dari 10.000 kasus yang kami ases, minimal 99,88% dan maksimal 99,92% tepat atau tidak meleset.

Ya, kondisi anak memengaruhi pelaksanaan pengambilan data, terutama ketika anak sakit. Pengaruh yang terjadi lebih karena kesiapan dan kesediaan anak merespon setiap instruksi saat asesmen/tes dilakukan. Bila berkaitan dengan kondisi anak yang mengantuk atau ngambek, diperlukan persiapan sebelumnya dari pihak orangtua atau pengambil data (testor/asesor). Persiapannya adalah bagaimana mencairkan suasana (ice breaking) sebelum pengambilan data dilaksanakan. Selain itu, testor/asesor kami telah dibekali pemahaman dan keterampilan pengambilan data terhadap beragam pola perilaku anak.

Kami meyakini setiap anak unik dan cerdas. Oleh karena itu, semua anak memiliki kebutuhan khusus. Artinya, dalam kerangka pengungkapan, pemetaan, dan pengembangan potensi, tidak ada anak yang seragam dalam pendekatan atau perlakuannya.

Bila yang dimaksud anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang dijustifikasi/dilabel ADHD, ADD, atau Hiperaktif; sejauh anak memiliki kesiapan dan kesediaan merespon setiap instruksi saat asesmen/tes dilakukan, maka proses pengambilan data tetap bisa dilakukan. Cara-cara pendekatan dan perlakuan terhadap anak akan didiskusikan dan dielaborasi antara orang tua dan konselor/asesor lebih lanjut dalam sesi konsultasi

Ragam Layanan Jasa Asesmen IISA #1

Ragam Layanan Jasa Asesmen IISA #2

Ragam Layanan Jasa Asesmen IISA #3


© 2017 IISA VISI WASKITA | Multiple Intelligences Consultant | Developed by Jasa Pembuatan Website.