Selamat Datang di IISA - Assessment, Consultancy & Research Centre

  • (031) 879 7117 (Surabaya)

  • (021) 537 3482 (BSD Tangerang)

  • (031) 879 7117 (Surabaya)

  • (021) 537 3482 (BSD Tangerang)

Metode Kualitatif
Metode Kualitatif

Metode Kualitatif

Metode kualitatif menjadi alternatif yang dapat menutup kelemahan pada metode kuantitatif, antara lain:

  1. Meski relatif lebih cepat dan dengan cakupan lebih banyak, metode kuantitatif melibatkan sedikit atau sama sekali tanpa terjadi kontak dengan orang atau lapangan.
  2. Dalam konteks interaksi yang terjadi secara alamiah, korelasi statistik yang didasarkan pada konsep 'variabel' itu kemungkinan secara sewenang-wenang didefinisikan atau lebih merupakan hasil spekulasi fakta yang didominasi proses penalaran semata.
  3. Upaya mengejar “keterukuran fenomena” dapat pula berarti bahwa peneliti mengkrop hanya konsep yang sangat bermasalah dan mengabaikan penajaman nilai yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan “diskriminasi” atau “empati”.
  4. Meskipun menguji hipotesis merupakan hal penting, logika murni statistik dapat menelantarkan atau meremehkan pengembangan hipotesis yang sepele dan gagal signifikansi justru untuk membantu menghasilkan hipotesis dari data melalui grounded theory.

Metode kualitatif berkaitan dengan studi manusia dalam konteks alamiah. Metode ini menggunakan berbagai alat dan teknik untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana manusia melihat realitas sosial mereka, bagaimana mereka bertindak dalam dunia sosial, bagaimana mereka berusaha membuat hubungan antara peristiwa, persepsi dan tindakan; sehingga analisis yang dibuat tentang mereka harus holistik dan kontekstual. Namun demikian, IISA Assessment Consultancy & Research Centre sangat berhati-hati menekankan keragaman dan berbagai pendekatan kualitatif.

Jika nilai-nilai sentral dari metode kuantitatif adalah objektivitas dan generalisasi,  di mana obyektivitas dipertahankan dengan cara-cara teknis, misal: melalui jarak antara peneliti dan yang diteliti, yang diciptakan melalui pemberian kuesioner formal, melalui replikasi penelitian, dan penggunaan pemeriksaan eksternal pada metode yang digunakan; sebaliknya, pendekatan kualitatif menekankan pentingnya menciptakan dekat dengan diteliti. Hal ini karena salah satu tujuan pendekatan kualitatif adalah untuk mencoba menggambarkan pandangan manusia di tengah realitas sosialnya. Dengan demikian, teknik seperti observasi partisipan dan wawancara tidak terstruktur atau informal umum digunakan. Karenanya, waktu dan biaya yang disertakan dalam pekerjaan kualitatif tidak mengambil sampel atau contoh dari skala besar set data.

Lima bentuk utama dari pengumpulan data telah ditandai penelitian kualitatif, antara lain:

  1. Pengamatan.
  2. Wawancara dan kelompok fokus.
  3. Analisis dokumen.
  4. Video yang berhubungan dengan perilaku.
  5. Audio-rekaman komunikasi.

 

© 2017 IISA VISI WASKITA | Multiple Intelligences Consultant | Developed by Jasa Pembuatan Website.