Selamat Datang di IISA - Assessment, Consultancy & Research Centre

  • (031) 879 7117 (Surabaya)

  • (021) 537 3482 (BSD Tangerang)

  • (031) 879 7117 (Surabaya)

  • (021) 537 3482 (BSD Tangerang)

Visi

Menunjukkan peta jalan (road-map) masa depan berdasarkan ketalentaan.

Misi

Apa panggilan IISA di bumi Indonesia ini? Refleksi mengenai misi IISA adalah sebagai berikut:

  1. Menguatkan kehidupan berkeluarga sebagai strategi menghadapi perubahan sosial/jaman.
  2. Merevitalisasi nilai-nilai dasar pertumbuhan relasi antaranggota keluarga.
  3. Meminimalisasikan modus transaksional dan menguatkan modus relasional dalam kehidupan berkeluarga.
  4. Menemukan orientasi masa depan yang paling fit dengan keberadaan sumberdaya (ekonomi, sosial, kebiasaan/budaya, intelektualitas, dan spiritualitas) melalui berbagai metode dan pendekatan.
  5. Membekali pasangan pranikah dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola hubungan suami–isteri, kehidupan ekonomi unit keluarga, dan menguasai dasar-dasar keorangtuaan.
  6. Mempersiapkan pasangan suami–isteri untuk menguasai keterampilan menjadi Orang Tua Cerdas Bestari: kehangatan hubungan suami–isteri, menjalin relasi orangtua–anak secara tepat baca, tepat bidik, tepat cara, tepat saat, dan tepat tumbuh-kembang sesuai karunia dan talenta.
  7. Membangun kesatuan unit sosial orangtua–anak yang menempati bentang ruang fisik, di mana terjadi optimalisasi tata cahaya, tata ventilasi, tata ruang dan tata energi.
  8. Menjadikan keluarga wahana kehidupan bersama yang secara sadar digerakkan oleh semangat hidup bersama, bukan semata semangat bersama-sama hidup.
  9. Menjadi unit learning organization, di mana baik orangtua maupun anak menyadari bakat, minat, dan kecenderungan kepribadian dengan berbagai alternatif pengembangannya, termasuk pengembangan bakat atau kondisi khusus.
  10. Menjadi experiential setting dari para pelaku sosial yang secara partikular  menjalankan ekonomi keluarga secara terencana dan terkendali dan mendasarkan diri pada penciptaan “balance of life”, baik pada awal periode masa kerja, pada masa puncak produktivitas, maupun menjelang purna kerja.
  11. Menjadi wahana berwirausaha, di mana terjadi pembedaan fungsi, status dan peran organisasi yang jelas di antara pelaku usaha; dan di mana manajemen menguasai bagaimana melakukan pengelolaan perusahaan menggunakan prinsip prinsip tata kelola/manajemen modern.

Latar Belakang PT IISA VISI WASKITA

Pada pertengahan 2004, setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari Universitas Surabaya, Dr. Edy Suhardono, M.Psi. merintis karier sebagai asesor profesional bersama beberapa mantan mahasiswa yang pernah aktif di Labsos, di antaranya Audifax, Arfan La Angka, Sugeng Pramono, dan Mukti Ardi Wibowo. Sebelum menahkodai PT IISA VISI WASKITA, pusat aktivitas dilakukan di rumah pribadinya, Jl. Pandugo Baru XII No. 115 (Blok U No. 27), Wisma Penjaringansari, Rungkut, Surabaya.

Bagaimana awalnya sehingga asesmen menjadi kiprah yang Dr Edy Suhardono, M.Psi. geluti? Semula asesmen bukan menjadi titik berat aktivitas Dr. Edy Suhardono, M.Psi. dan Komunitas Labsos-nya. Namun, sejak 2001, banyaknya permintaan pelatihan dan riset, terutama Telkom Divre V, Jatim, memicu  Dr. Edy Suhardono, M.Psi. untuk mengonstruksi instrumen asesmen baru seraya meriset. Kelak pengalaman menggabungkan antara Riset dan Asesmen ini menjadi prototip dari terciptanya metode Assessment By Research. Aktivitas risetnya berhasil mengakumulasikan 40-an instrumen asessmen baru di luar instrumen asesmen yang lazim dipakai di kalangan psikologi khususnya, dan pegiat Human Resources umumnya.

Mengapa harus dikreasikan instrumen asesmen yang tak ada di pasaran? Fakta di lapangan menunjukkan: pertama, psikotes cenderung dimaknai sebagai sekadar proforma –sekadar kepantasan untuk menjustifikasi sebuah keputusan; sehingga tidak ada kaitannya antara hasil psikotes dengan prediktabilitas kinerja. Kedua, makin merebaknya “bimbingan psikotes” yang cepat atau lambat berimplikasi pada kian rendahnya korelasi antara capaian hasil psikotes karena kebiasaan mengerjakan tes dengan isi dan format soal dan prediktabilitas tentang kebisaan, keterampilan, dan kompetensi kandidat. Ketiga, kian tersedianya bahan-bahan soal dan bacaan psikotes di berbagai toko buku dan pasar loak yang berimplikasi pada keuntungan bagi pihak yang dapat mengaksesnya.

Tidak ada katak yang jatuh dari langit di saat hujan. Demikian pula yang terjadi pada Dr. Edy Suhardono, M.Psi., pendiri PT IISA VISI WASKITA. Ia pernah memimpin Laboratorium Psikologi Sosial Universitas Surabaya antara tahun 1997 hingga 2004. Sebagai Kepala Laboratorium, ia menilai bahwa aktivitas riset komunitas Labsos-nya tidak terwadahi secara formal di lembaga pendidikan formalnya; sehingga memutuskan untuk menyewa rumah di Blok R No. 30, Wisma Penjaringansari, Rungkut, Surabaya di bawah bendera “INSTITUT ILMU SOSIAL ALTERNATIF”, sebuah lembaga riset swadaya yang bergiat antara tahun 1998 sampai 2004. Ia bersama dua rekan staf laboratorium, Drs. Mohammad Fauzi, M.Psi, dan Sony Karsono, S.Psi. kemudian menghidupkan “Komunitas Labsos” dan melanglang dengan belasan riset hingga akhir tahun 2002, ketika pihak kampus akhirnya mengalokasikan ruang untuk komunitas ini.

Peran Kunci IISA

  1. IISA menjadi centre of research, study and publication berkenaan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan manajemen keluarga.
  2. IISA menjadi simpul informasi dan koordinasi dari berbagai pihak lain (LSM, komunitas, penyelenggara event, personal contributors) yang berkarya di bidang pembinaan atau layanan/jasa pada keluarga.
  3. IISA sebagai role model manajemen perusahaan berbasis keluarga.
  4. IISA sebagai service provider: consultancy, assessment, training/short courses provision, facilitation atau pendampingan pengelolaan keluarga dan pengelolaan perusahaan keluarga.

© 2017 IISA VISI WASKITA | Multiple Intelligences Consultant | Developed by Jasa Pembuatan Website.