Selamat Datang di IISA - Assessment, Consultancy & Research Centre

  • (031) 879 7117 (Surabaya)

  • (021) 537 3482 (BSD Tangerang)

  • (031) 879 7117 (Surabaya)

  • (021) 537 3482 (BSD Tangerang)

Metode Eksperimental
Metode Eksperimental

Metode Eksperimental

IISA Assessment, Consultancy & Research Centre membantu Anda memastikan apakah hubungan sebab-akibat ada di antara dua atau lebih variabel. Untuk itu, kami membantu peneliti menemukan cara memanipulasi secara langsung penyebab (variabel independen), prosedur untuk mengacak komposisi individu di berbagai tingkat variabel independen, dan mengukur respon mereka (efek yang diharapkan). Kami membantu memfokuskan, agar peneliti memiliki tingkat kontrol yang tinggi terhadap penyajian perlakuan, menentukan kapan perlakukan itu dikenakan, dan dalam bentuk apa; termasuk siapa yang menerimanya, dan kapan serta bagaimana mengukur efek.

Tingkat keketatan kontrol ini membantu peneliti mengesampingkan penjelasan alternatif atau saingan terhadap hasil yang diamati. Agar pengendalian itu terjadi secara benar, penelitian tersebut perlu dilakukan di bawah kondisi laboratorium atau diupayakan agar steril dari pengaturan alamiah keseharian. Namun demikian, metode eksperimental ini dapat juga digunakan dalam dunia nyata atau di lapangan.

Melakukan eksperimen di lapangan lebih sulit, terutama karena kerumitan mengintegrasikan bagian-bagian dari prasyarat metode eksperimen. Selain subyek yang diberi perlakuan cenderung meninggalkan kancah percobaan, subyek yang secara acak ditugaskan untuk kelompok kontrol pun rentan memutuskan untuk terkena perlakuan di luar yang dirancangkan dalam eksperimen. Kami membantu Anda jika terpaksa Anda harus menerapkan metode eksperimen di lapangan seperti ini.

Metode Kuasi-Eksperimen

Alternasi dari metode eksperimental adalah metode kuasi-eksperimental. Metode ini merupakan strategi penelitian karena pada kenyataannya tidak mungkin untuk sepenuhnya menetapkan peserta secara acak menurut tingkatan kondisi pada variabel independen. Oleh karenanya, dua prosedur yang paling sering digunakan dalam kuasi-eksperimental adalah desain seri-waktu (time-series design) dan dan desain perbandingan kelompok secara nonekuivalen (nonequivalent comparison group design).

Pada desain pertama, efek pada variabel dependen diukur beberapa kali sebelum dan sesudah variabel independen dikenakan. Sebagai contoh, dalam studi kebijakan penerapan Undang-Undang Lalu-Lintas Jalan Raya (UULJR) No 14 1993, jumlah insiden pelanggaran lalu lintas yang terkait dicatat secara bulanan selama dua belas bulan sebelum kebijakan tersebut diperkenalkan, dan dibandingkan dengan dua belas bulan atau lebih setelah pelaksanaannya. Jika pengurangan nyata dari insiden pelanggaran terjadi segera setelah penerapan kebijakan dan seterusnya pengurangan tetap ada, maka dapat diyakinkan bahwa kebijakan baru menjadi penyebab utama dari pengurangan yang diamati; dengan catatan bahwa tidak ada peristiwa lain yang terjadi dan mengakibatkan penurunan insiden pelanggaran lalu lintas.

Sedang pada desain kedua—desain perbandingan kelompok secara nonequivalent—hubungan kausal lebih sulit diyakinkan. Penjelasannya, jika kelompok yang diberi perlakuan dibentuk bukan dengan cara acak (misalnya, menurut pilihan peserta), hal ini sering berarti bahwa mereka sudah datang dari prakondisi yang berbeda dan hal ini memengaruhi hasil amatan pada variabel dependen. Misalnya, dipilih siswa yang mengalami masalah akademis, kemudian mereka diizinkan memilih untuk terlibat atau tidak terlibat dalam program les sepulang sekolah.

Mereka yang memutuskan untuk mendaftar kemungkinan besar adalah juga mereka yang (1) mungkin lebih termotivasi untuk memperbaiki prestasi akademik mereka, (2) memiliki orang tua yang bersedia membantu anak-anak mereka memperbaiki prestasi akademik mereka, (3) memilih untuk tidak langsung pulang setelah selesai jam sekolah; bahkan (4) memiliki masalah akademik yang kurang serius untuk diperbaiki.

Faktor ini dapat berkontribusi sebagai penyebab lain dari peningkatan atau penurunan prestasi akademik di luar pemberian program les sepulang sekolah. Kami memiliki saran dan arahan untuk memvalidasi karakteristik kedua kelompok sebelum menerima atau les.

 

© 2017 IISA VISI WASKITA | Multiple Intelligences Consultant | Developed by Jasa Pembuatan Website.